SCG Memperkuat Bisnis di Indonesia Akibatnya Kebutuhan Genset Meningkat

JAKARTA. Siam Cement Group atawa SCG, konglomerasi bisnis asal Thailand, kembali membenamkan investasi di Indonesia. Kali ini melalui SCG Retail Holding Company Limited, mereka mengempit 9,09% saham PT Catur Sentosa Adiprana Tbk atau emiten berkode CSAP di Bursa Efek Indonesia (BEI). SCG Retail masuk CSAP melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Menurut penjelasan manajemen Catur Sentosa di BEI kemarin (16/7), SCG Retail akan menyerap 405.300.000 saham baru CSAP dengan harga pelaksanaan Rp 800 per saham. Sementara dalam keterangan resmi kepada media, Presiden dan Chief Executive Offi – cer SCG, Roongrote Rangsiyopash, mengatakan potensi pasar Indonesia yang cukup menarik menjadi salah satu alasan mereka untuk berinvestasi.

“Catur Sentosa adalah perusahaan distribusi terbesar dan terdepan dalam bahan bangunan, SCG bangga dapat menjadi mitra dan membangun pertumbuhan di Indonesia secara berkelanjutan,” katanya, Senin (16/7). Skema private placement tadi berpotensi mendatangkan dana segar Rp 324 miliar ke Catur Sentosa. Budyanto Totong, Chief Executive Offi – cer PT Catur Sentosa Adiprana Tbk menjelaskan, masuknya SCG Retail akan mendukung ekspansi bisnis ritel modern Mitra10. Target perusahaan itu adalah memiliki 50 gerai pada tahun 2021. Tak cuma menambah jaringan Mitra10, kelak SCG Retail dan Catur Sentosa bakal melakukan sinergi bisnis. Fokus keduanya adalah mengejar pertumbuhan penjualan dan laba bersih Catur Sentosa. Oleh karena itu, SCG Retail dan Catur Sentosa akan memperkuat kinerja distribusi bahan bangunan. Keduanya akan berupaya menambah prinsipal bisnis baru dan produk inovatif. Manjemen perusahaan juga siap berkongsi meningkatkan performa rantai pasokan barang. Catur Sentosa meyakini SCG Retail mampu mendukung peningkatan keyakinan dan prospek fundamental di tengah potensi pertumtbuhan bisnis di Indonesia.

Baca Juga : Supplier Jual Genset Bali

“Kami akan bekerjasama, bersinergi dan mengintegrasikan visi dan misi perusahaan untuk meningkatkan kinerja dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang,” ujar Budyanto dalam siaran pers, Senin (16/7). Pasar masih tertekan Kepala Riset Koneksi Kapital Sekuritas Alfred Nainggolan berpendapat, masuknya SCG dalam tubuh Catur Sentosa merupakan kerjasama win-win solution atau saling menguntungkan. Sebab, keduanya punya banyak irisan berbisnis. “SCG butuh jaringan ritel Mitra10 untuk menjual produknya, sedangkan Catur Sentosa butuh pendanaan untuk ekspansi gerainya,” terang Alfred saat dihubungi KONTAN, Senin (16/7). Adapun Indonesia merupakan pasar yang penting bagi SCG. Dengan penanaman saham dalam Catur Sentosa, perusahaan asal Negeri Gajah Putih tersebut bisa mengukuhkan bisnis dari hulu hingga hilir. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Christine Natasya, juga menilai akuisisi tersebut memunculkan sinergi bisnis. Namun dia belum bisa memprediksi dampaknya terhadap kinerja saham maupun kinerja pendeapatan Catur Sentosa. Apalagi, belakangan pasar semen dalam negeri masih tertekan. Kondisi itu merupakan efek domindo dari pasar properti Indonesia yang masih lesu. Alhasil, sejauh ini produk turunan properti seperti semen maupun keramik belum bisa tumbuh positif