Masa Depan Jakarta yang Serba Cepat

Jakarta memegang peranan terpenting dalam pertumbuhan ekonomi dan sosial di Indonesia, demikian dikatakan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam seminar bertajuk “Menatap Masa Depan Jakarta” yang diselenggarakan Perhimpunan Studi Pengembangan Wilayah beberapa waktu lalu.. Pembangunan di Jakarta sudah tidak bisa lagi berdiri sendiri, namun harus terintegrasi dengan kota penyangga lain di sekitarnya.

Jakarta tidak lagi Jabodetabek, sehingga integrasi tidak hanya terbatas dengan kota Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi namun juga ke Cikarang, Karawang bahkan Serang, karena disana mulai tumbuh menjadi kawasan penyangga ibukota.Bambang mengatakan, permasalahan Jakarta adalah mencari solusi infrastruktur dengan menekankan pada masalah transportasi umum, sumber air (water supply), pengelolaan limbah. Menurut Bambang, masa depan Jakarta adalah TOD atau Transit Oriented Development (TOD).

Konsep TOD harus diperbanyak karena dapat mengurangi ketimpangan di ibukota. Diharapkan semua stasiun MRT (mass rapid transit), LRT (light rail transit), termasuk terminal bus (bus rapid transit/BRT) harus menjadi TOD yang dapat menjangkau daerah penyangga ibukota. Bambang menegaskan, TOD jangan sampai tidak menyasar kelas menengah bawah, karena merekalah yang paling besar jumlahnya dan sangat membutuhkan.

Mereka yang tinggal di luar kota dan biasa menjadi kaum komuter, dapat memilih hunian yang dekat dengan stasiun, sehingga bisa mengurangi biaya transportasi. Penghematan waktu bisa didapat, dan kualitas hidup jadi membaik. Integrasi perencanaan transportasi dengan konsep TOD dapat dilakukan dengan dua cara, yakni melakukan integrasi simpul angkutan umum dengan pusat komersial, perkantoran, dan perumahan, dan yang kedua dengan penyediaan fasilitas antar-moda TOD.